Kamis, 16/08/2012, 17:37 WIB Jika biasanya operasional bus Transjakarta hingga pukul 23.00, saat malam takbiran, Sabtu (18/8) mendatang, operasional bus Transjakarta dipastikan tidak sampai larut malam, tetapi hanya melayani penumpang hingga pukul 18.30. Pembatasan jam operasional ini, melihat tren kemacetan yang biasa terjadi setiap malam takbiran sehingga laju bus Transjakarta terhambat.
Humas Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta, Sri Ulina Pinem mengatakan, operasional bus Transjakarta yang sedianya hingga pukul 23.00, untuk malam takbiran dipercepat hanya sampai pukul 18.30. "Sesuai dengan pengalaman tahun-tahun sebelumnya jalanan ibu kota selalu macet saat malam takbiran jadi dipercepat operasionalnya," kata Ulina, Kamis (16/8).
Dikatakan Ulina, bagi penumpang yang akan transit, sebaiknya satu jam sebelum loket ditutup. Karena dikhawatirkan tidak akan terangkut oleh bus. "Ini juga untuk menghindari komplain dari masyarakat. Karena jika terus dipaksakan waktu tunggu penumpang akan lebih lama," ujarnya.
Berdasarkan data BLU Transjakarta, jalur yang akan mengalami gangguan selama takbiran seperti kawasan Monas, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Balaikota, Tugu Tani, Matraman, Kramat jati, dan Pademangan. Pada jalan-jalan tersebut diprediksi akan dipenuhi massa yang melakukan takbir keliling.
Selain itu, pada hari pertama lebaran, operasional bus Transjakarta juga dimundurkan dari yang semula pukul 05.00 menjadi pukul 09.00. Kebijakan ini untuk memberikan kesempatan kepada petugas Transjakarta untuk melakukan Shalat Idul Fitri terlebih dahulu. Sementara pada hari kedua dan seterusnya operasional bus Transjakarta tetap normal seperti biasa.||bj